Nov
17
2009
Kulihat bayang musang menyelinap di matamu saat kita berpapas mata. Tangan pucat itu apik memegang kendi berisi air yang baru saja diambil dari tepi telaga. Dua kaki bergegas mendedas daun melintas hutan. Di belakang punggung itu berderet rumpun bambu layaknya serdadu mengiring ratu. Aku masih belum menyapa, menunggu hingga bibir kemerahan tipis menyerupa warna bias senja membuka suara. Kesekian kali kutemukan jejakmu menyilang tak tentu arah.
“Wahai Ratu mengapa selalu mencari rute berbeda jika jalan mulus menuju telaga hanya satu?”
“Seseorang mengikuti waktu-waktu, mengejar setiap jejak yang belum dan akan terbuat. Seperti mengetahui pasti jika dedaun baru saja gugur, ia akan menemukan sosokku sedang menunggu hujan reda di bawahnya. Sering ia berpura-pura menjadi batu atau batang kayu busuk, sekali waktu menyamar mati tergeletak bagai kupu-kupu mati. “
Pantas, kulihat bayang musang menyelinap di matamu.
1 comment | posted in rain, sunrise
Nov
13
2009
Ia menunjuk pada sebuah foto.
menulis caption di bawahnya.
“TERSANGKA”
13 November 2009
Mengambil selotip.
Menempel mata.
1 comment | posted in semak belukar
Nov
13
2009
Kupinjam mentari untuk sebuah
harimu yang berjudul “Friday The 13th”.
13 November 2009
Friday the 13th occurs when the thirteenth day of a month falls on Friday, which superstition holds to be a day of good or bad luck. In the Gregorian calendar, this day occurs at least once, but at most three times a year. Any month’s 13th day will fall on a Friday if the month starts on a Sunday. In 2009 this applies to the months of February, March, and November. The next instance of this appears on the calendar for the year 2015.
no comments | posted in rain
Nov
12
2009
Mempertimbangkan sodoranmu.
Meskipun…
12 November 2009
Rasanya menjadi tidak berharga.
no comments | posted in sunrise
Nov
11
2009
Kunang-kunang,
menyasar tanah kubur dan daun.
Ia di sini…
11 November 2009
Lesbian.
Bawah temaram.
no comments | posted in hutan homogen
Nov
11
2009
Rabb.
Mendung menyimpan mentari
Cahaya bias ambivalen,
mencinta dan membenci
11 November 2009
Tepian air…
1 comment | posted in rain
Nov
11
2009
Bawa aku dalam ambinan.
11 November 2009
Masih belum kuat
Ambinan: gendongan
1 comment | posted in sunrise
Nov
11
2009
Hujan masih deras.
Ia menunggu.
Duduk dengan tangan disengkelit,
merapat muka dan lutut.
11November 2009
Kuajak pulang.
Ia menggeleng.
Akhirnya kuberlalu tanpa menoleh
Ia mungkin takkan pernah kembali…
1 comment | posted in awan
Nov
10
2009
Analis yang meletak bibit di sawah.
10 November 2009
Siapa menanam?
1 comment | posted in awan
Nov
10
2009
Mengulang buku yang pernah kita baca dulu sekitar 120 kali.
10 November 2009
Bungsu.
1 comment | posted in human cub