Catatan Nisan:

“Pandang masalah sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan memilah mana yang cuma kamu suka. Lahir, mati, takdir, tidak penting, yang utama bagaimana kau gigih menjalani hidupmu.”

——————
30 Januari 2012
Prasasti lesbi.

Wahai Rabb.
Atas kehebatanMu mencipta lapisan atmosfer….

—————–
30 Januari 2012
Sejak kecil, memang ku tertarik pada manusia berjenis kelamin sama.

Ia  sedang melakukannya.
Seperti Tupai mengguris buah kelapa…

———————–
30 Januari 2012
Kekasihku.

Ruiiip ruiiip ruuu iiip.

————————-
30 Januari 2012

Tiruan bunyi mengerik.
Pssst.
Jangan mengintipku dengan bunyi itu, ketahuan.

Pipi cekung.

—————————-

30 Januari 2012
Lelah bergelantungan di wajahnya.
Teman dan kisah cinta itu.

Baunya narwastu…

————————
30 Januari 2012
Dua anakku, dua anakku dari partnerku.

(bebauan dari akar wangi)

Kamu sebenarnya di mana?

———————
30 Januari 2012
Duduk di sini, di piring kecil yang ceper untuk alas cangkir.

Pergi membawa barang ke sana-sini, seakan-akan hidup penuh rungguh.

——————-
30 Januari 2012
Lesbian.

Rungguh: Barang yang diserahkan untuk tanggungan uang yang dipinjam.

Menyelimuti anak-anakku agar tidak digigit nyamuk.

——————–
30 Januari 2012
Tangan halus menyelimutiku tengah malam.
Sulung.

Putus.
Merasa merugi…

——————
30 Januari 2012
Suram hatinya.