Posted by rainforesto in 14. Mar, 2010, under awan, jungle politika
Aku terus berjalan.
Melewati tempat terpencil.
Bertemu rumah-rumah tanpa
pintu dan jendela…
——————
15 Maret 2010
Mereka enggan menoleh,
apalagi menyapa seseorang telanjang sepertiku.
Namun kebalikan ketika kuberjubah mewah…
Posted by rainforesto in 12. Mar, 2010, under Uncategorized, awan, hutan homogen, pencipta hutan, semak belukar, sunrise
Wahai lesbian pemburu yang menginjak rumput.
——————-
12 Maret 2010
Mengendus aromamu.
Posted by rainforesto in 10. Mar, 2010, under awan
Ia mengambil jalan yang sama.
Di malam aku menghilang.
—————-
10 maret 2010
Welcome to the club
Posted by rainforesto in 10. Mar, 2010, under awan, rain
Kotak korek api dan serangga.
Buat apa membawa kecoa?
——————
10 Maret 2010
Ingin menghadiahkannya.
Pada lesbian pengadu domba.
Posted by rainforesto in 10. Mar, 2010, under awan, hutan homogen
“Lebih baik aku pergi.”
Ia mengujamkan payungnya ke tanah,
sampai mengembangkannya.
10 Maret 2010
Pemilik bulu-bulu mata gelap itu
meninggalkan perempuannya.
Posted by rainforesto in 08. Mar, 2010, under awan, hutan homogen
Paket.
Yang berisi dua lesbian.
—————
8 Maret 2010
Ia menjebakku.
Kemudian berteriak-teriak pada tanah berbatu.
Posted by rainforesto in 08. Mar, 2010, under 1, Pelangi, awan
Telinga.
Yang kugantung pada ranting patah
—————
8 Maret 2010
Aku tak pernah lalai
mendengarkanmu.
Posted by rainforesto in 08. Mar, 2010, under awan, hutan homogen
Lesbian.
Pengumpul bekas mesiu.
—————–
8 Maret 2010.
Peluru yang sudah ditembakkan
takkan membakar dua kali.
Posted by rainforesto in 08. Mar, 2010, under awan, hutan homogen
Jelatang itu memintaku.
Untuk meng-hack Hutan Hujan.
—————–
8 Maret 2010
Selamat kamu berhasil.
Posted by rainforesto in 08. Mar, 2010, under awan, hutan homogen
Aku tidak bermaksud meninggalkan.
Diriku sedang terbius buku.
—————-
8 Maret 2010
Lesbian autis.